Berikut ini kami akan berbagi salah satu contoh makalah yang kami punya sebagai referensi teman-teman dalam membuat makalah, Contoh makalah ini yaitu tentang "ADAB BERPAKAIAN" semoga bermanfaat :)
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Hal yang melatar belakakngi kami untuk
membuat makalah ini adalah karena menurut kami Pakaian adalah sustu kebutuhan
pokok (WAJIB) di miliki setiap orang selaian dari makan dan minum, dank agar
kita dapat mengenakan pakaian dengan baik dan benar dengan menutup aurat.
Rumusan Masalah
1. Bagaimana ketentuan cara berpakaian
menurut Islam?
2. Bagaimana ketentuan cara berhias dalam agama islam?
Tujuan
Tujuan pembuatan makalah ini adalah
agar kita semua dapat memahami cara berpakaian yang benar dengan menutup aurat,
yang sudah ditentukan oleh syariah-syariah agama islam.
BAB II
PEMBAHASAN.
Adab memkai
pakaian menurut Islam
Islam mengatur seluruh sendi kehidupan
manusia. Termasuk di dalamnya adalah berpakaian. Seseorang dikatakan berpakaian
yang sesuai dalam syariat Islam yaitu seseorang yang berpakaian sopan dan
menutup aurat. Islam tidak menetapkan bentuk atau warna pakaian untuk
dipakai baik ketika beribadah atau di luar ibadah. Islam hanya menetapkan bahwa pakaian yang baik
yaitu pakaian bersih, menutup aurat, sopan dansesuai dengan akhlak seorang
Muslim. Islam tidak menetapkan
Fashion dalam berpakaian, tetapi Islam
menetapkan batasan dan garis panduan dalam menutup aurat. Dalam Islam ada
garis panduan tersendiri mengenai adab berpakaian
untuk lelaki dan wanita, diantaranya:
a.
Menutup Aurat
Aurat laki-laki menurut ahli hukum
ialah dari pusat hingga ke lutut sedangkan aurat wanita
adalah seluruh anggota badannya, kecuali wajah, kedua telapak tangan dan telapak kaki. Dalam hadist Rasulullah
SAW bersabda:
“Paha itu adalah
Aurat” (H.R. Bukhari).
b.
Tidak menampakkkan tubuh
Pakaian yang tipis sehingga tampak
bagian dalam tubuh, tidak memenuhi syarat menutup
aurat meskipun sudah menyelubungi tubuh. Pakaian yang tipis bukan saja menampakkan warna kulit namun juga
menampakkan bentuk tubuh. Rasulullah SAW
bersabda:
"Dua golongan ahli neraka yang
belum pernah aku lihat ialah, satu golongan memegang cemeti seperti ekor
lembu yang digunakan bagi memukul manusia dan satu golongan lagi wanita
yang memakai pakaian tetapi telanjang dan meliuk-liukkan
badan juga kepalanya seperti bonggol unta yang tunduk. Mereka tidak masuk syurga dan tidak dapat
mencium baunya walaupun bau syurga itu dapat
dicium dari pada jarak yang jauh." (H.R
Muslim).
1. Pakaian yang tidak
ketat bertujuan untuk tidak menonjolkan atau melihatkan bentuk tubuh badan.
2. Tidak menimbulkan
ria.
Rasulullah SAW bersabda:
"Barang
siapa yang melabuhkan pakaiannya karena perasaan sombong, Allah SWT tidak
akan memandangnya pada hari kiamat."
Dalam
hadist lain, Rasulullah SAW bersabda:
"Barang
siapa yang memakai pakaian yang berlebih-lebihan, maka Allah akan
memberikan pakaian kehinaan pada hari akhirat nanti." (H.R.
Ahmad, Abu Daud, an-Nasa’iy dan
Ibnu Majah).
3.
Pakaian
laki-laki dan wanita berbeda. Maksudnya
yaitu pakaian yang khusus untuk lelaki tidak boleh dipakai olehwanita, begitu
juga sebaliknya.
Rasulullah
SAW mengingatkan hal ini dengan tegas
dalam sabdanya:
" Allah
mengutuk wanita yang meniru pakaian dan sikaplelaki, dan lelaki yang meniru
pakaian dan sikap perempuan." (H.R
Bukharidan Muslim).
Rasulullah
SAW juga bersabda:
"Allah
melaknat lelaki berpakaian wanita danwanita berpakaian lelaki." (H.R
Abu Daud dan Al Hakim).
4.
Memanjangkan
pakaian.Sebagai contoh seperti kerudung atau jilbab yang seharusnya dipakai
sesuai syariah Islam yaitu menutupi kepala dan
rambut, tengkuk atau leher dan juga dada.
Allah
berfirman bermaksud:
" Wahai
Nabi, katakanlah (seruhlah) isteri-isteri dan anak-anak perempuanmu serta
perempuan-perempuan beriman, supaya mereka memanjangkan pakaiannya
menutupi seluruh tubuhnya (saat mereka keluar); cara yang demikian lebih
sesuai untuk mereka dikenal (sebagai perempuan yang baik-baik) maka dengan
itu mereka tidak diganggu.
Dan(ingatlah)
Allah adalah Maha Pengampun dan Maha Penyayang." (Al-Ahzab:59).
c.
Etika-Etika
berpakaian
Dalam berpakaian Rasullulah Saw. Sudah memberikan contoh
dengan etika-etika Sebagai berikut:
1.
Tidak memmakai pakaian dari bahan sutra secara mutlak
untuk pakaian.
2.
Lebih di utamakan pakaian berwarna putih.
3.
Wanita musliamah wajib memanjangkan pakaiannya hingga
memnutup kedua kakinya dan memenjangkan kerudung di kepalanya hingga memnutup leher dan dada.
4.
Kaum laki-laki tidak memakai cincin emas
5.
Diperkenankan memakai cicncin dari perak, atau memcetak
namanya di cincin
6.
Tidak dibenarkan memnutup kaian ke seluruh tubuh tanpa
menyisakan tempak keluar kedua tangannya
7.
Laki-laki muslim tidaka diperkenankan memakai pakaian
muslimah
8.
Jika mengenakan sandal maka ia harus memulai dari kaki
kanan, dan melepasnya dari kaki kiri.
9.
Jika berpakaian maka memulainya dari tangan kanan
BAB III
PENUTUP.
Kesimpulan
Pakaian
merupakan salah satu nikmat sangat besar yang Allah berikan kepada hamba-Nya, Sebab berpakaian
merupakan perwujudan dari
sifat dasar manusia yang mempunyai rasa malu sehingga berusaha selalu menutupi tubuhnya. Adab berpakaian adalah cara berpakaian
yang sesuai dengan aturan mengenakan
pakaian untuk menutupi aurat yang berlaku di masyarakat. Fungsi utama berpakaian, yaitu menutup aurat.
Islam mengajarkan kepada umatnya untuk
selalu menutup aurat seperti yang telah ditetapkan.
Saran
Dengan
mengetahui adab berpakaian yang baik diharapkan kita tidak lagi menampakan
aurat dan kita dapat memperaktekannya.
DAFTAR
PUSTAKA
Al-
Qur’an Kumpulan
Hadist Ensiklopedia
Tematis
Dunia Islam. Jakarta. Ichtiar Baru Van Hoeven.
http://yahyaayyash.wordpress.com/2008/05/27/adab-berpakaian-pakaian-dan-aurat-bagi-muslim/
http://kawansejati.ee.itb.ac.id/adab-berpakaian
LKS
AGAMA ISLAM SEMESTER II (CIPTA PUSTAKA)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar