expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Senin, 04 Agustus 2014

Makalah Biografi . Abd Ibn al-Wahhab



BAB I
PENDAHULUAN

Suatu gerakan yang cukup berpengaruh pada abad ke 19 di Jazirah Arab yakni yang dilancarkan oleh Syeikh Muhammad Ibn ‘Abd al – Wahhab yang selanjutnya melahirkan apa yang dinamakan Gerakan Wahhabi. Usaha Pembaruan , atau penyegaran, atau pemurnian pemahaman umat kepada agamanya adalah sesuatu yang telah menyatu dengan sistem Islam. Dalam sejarah , Nabi SAW sendiri dalam sebuah hadist mengisyaratkan kepada adanya hal itu. Maka dari sudut tinjauan ini adalah suatu kejadian yang wajar bila pada abad ke 18 di Jazirah Arab telah muncul usaha pembaruan yang militan, yakni Gerakan Wahabi tersebut.





BAB I
PEMBAHASAN


A.  Biografi Muhammad Abd Ibn al – Wahhab.
Muhammad Ibn ‘ Abd al-Wahhab memilik nama lengkap Abu ‘Abd-u-Liah Muhammad Ibn ‘Abd al-Wahhab ibn Sulaiman Ibn ‘Ali  ibn Muhammad Ibn Ahmad Ibn Rasyid at-Tamimi. Ia dilahirkan di Nejd (Arab Saudi), suatu negeri yang masih murni keislamannya di jantung padang pasir Arab. Ayahnya, Abd al-Wahhab adalah salah seorang hakim di kota kelahirannya di masa pemerintahan ‘Abd-u-Liahibn Muhammad ibn Muammar , dan mengajar fiqh dan hadist di masjid kota tersebut. Kakeknya, Sulaiman adalah seorang mufti di Nejd.
Muhammad Ibn ‘ Abd al-Wahhab semula memperoleh pengetahuan di Ilmu fiqh dan ilmu agama lainnya dari ayahnya untuk menambah ilmunya, ia kemudian merantau ke Hedjaz dan disitu ia memperoleh pengetahuan agama dari ulama-ulama Makkah dan Madinah. Setelah itu, ia pergi ke Bashra dan tinggal di kota btersebut selama ini empat tahun. Selanjutnya ia pindah ke Baghdad dan memaduki hidup perkawinan dengan seorang wanita kaya. Lima tahun kemudian, setelah istrinya meninggal dunia ia pindah ke kurdistan (Irak Utara) kemudian ke Hamadan dan Esfahan (kini di Iran). Di kota terakhir ini ia sempat mempelajari filsafat dan tasawuf. Setelah bertahun-tahun merantau, ia akhirnya kembali ke tempat kelahirannya di Nejd. Pengembaraan Muhammad Ibn ‘Abd al-Wahhab yang bertahun-tahun ini memberikan pelajaran yang berharga padanya. Timbul protes dalam dirinya terhadap keadaan umat islam yang dirasakan telah jauh menyimpang dari semangat Al Qur’an. Maka sekembalinya dari Nejd,ia mulai melancarkan gagasannya untuk memperbaiki perilaku keagamaan masyarakat, terutama masalah akidah. Konsep-konsep yang diajukannya ternyata mendapatkan tantangan dari masyarakat yang merasa kesucian agama yang mereka yakini terusik. Menyadari bahwa perubahan perilaku sosial yang diajukannya akan gagal bila tidak didukung oleh sebuah kekuatan , akhirnya beliau  meninggalkan Nejd.
Kepergian beliau yang kedua dari Nejd kali ini adalah unutk menghimpun kekuatan guna mendukung misinya. Daerah yang dituju adalah al-Daryah, tempat tinggal Amir Muhammad ibn Sa’ud dan kabilahnya.pada tahun 1744 digalanglah sebuah kesepakatan antara keduanya untuk saling membantu gerakan masing-masing yang pada akhirnya menjadi satu dalam gerakan. Dari sinilah awal mula berkembang gerakan reformasi yang dicanangkan oleh ibnu ‘Abd al-Wahhab. Melalui keyakinan yang mantap, ideologinya yang kuat, dan kerja keras yang terus menerus , akhirnya membawa Ibn ‘Abd al-Wahhab berhasil untuk mewujudkan cita-citanya, sehingga ide-ide beliau diikuti oleh hampir seluruh penduduk yang tinggal di daratan Arabia. Bahkan ajaran-ajaran Beliau menyebar ke berbagai negara seperti India, Suda, Libya dan Indonesia. Dia Arab Saudi sendiri Beliau juga telah berhasil membantu Sa’ud mewujudkannya. Yang kini oleh masyarakat Internasional dikenal dengan nama “Unitarian State of the Arabian Reformation.” (Kesatuan dari Negara-negara daratan Arabia.
Pada Syawal 1206 H, Muhammad Ibn ‘Abd al-Wahhab menderita sakit dan akhirnya meninggal. Upacara penguburan dihadiri oleh ribuan pengikut dan murid-muridnya juga para pejabat negara. Bahkan Alama mUhammad bin Ali al-Saukani al-Yaumani seorang penyair menampilkan kesedihannya yang mendalam lewat karya sastranya.

B.  Ide Pembaharuan Muhammad Abd Ibn al – Wahhab

Muhammad ibn ‘Abd al-Wahhab adalah salah satu tokoh pembaru yang terkenal di Arab. Ide pembaruan beliau muncul sebagai luapan rasa ketidakpuasan hatinya terhadap keadaan umat islam yang telah jauh dari semangat Al Quran dan suasan ketauhidan umat yang telah rusak oleh paham musyrik. Sesungguhnya gerakan pembaruan al-Wahhab merupakan kelanjutan gerakan pemurnian islam , kembali ke zaman ahmad ibn Hambal ataupun Ibnu Taymiyah. Tetapi berbeda dengan gerakan ibn Hambal dan Ibn Taymiyah , yang pertama lebih logis yang kedua lebih intualis., sedangkan gerakan Ibn ‘ Abd al-Wahab menampilkan segi pemikiran yang lebih sederhana namun responsif, atau relevan dengan keadaan umat islam. Kemudian dari sisi aplikasi ide pembaruan kepada umat cara yang ditempuh berbeda dengan pendahulunya. Cara persuasif yang ditempuh ibnu taymiyah dalam mencetuskan ajarannya dirasakan oleh ibn ‘Abd al-Wahab tidak efektif, sehingga dia mengambil sikap keras dengan menggunakan kekuatan. Sikap Abd al-Wahab  terhadap ajaran sufi sangat radikal. Beliau menganggap ajaran sufi inilah yang bersumbernya kemusyrikan oleh karena itu beliau memeberantas habis praktek ajaran sufi.
Gerakan pembaruan al-Wahab lebih populer dengan sebutan”geraka wahabi”. Gerakan ini lahir dari dalam dinamika masyarakat islam sendiri. Fazlur Rahman  dalam sebuah artikelnya memberikan ciri-ciri umum gerakan ini( Reivalisme Pramodernis), yakni :
1.    Keprihatinan yang mendalam terhadap regenerasi sosial moral umat islam dan usaha untuk mengubahnya
2.    Imbauan untuk kembali kepada islam sejati dan mengeyahkan takhayul-takhayul yang ditanamkan oleh bentuk-bentuk sufisme populer, meninggalkan gagasan tentang kemapanan dan finalitas mahzab-mahzab hukum serta berusaha melaksanakn itjihad.
3.    Imbauan untuk mengeyahkan corak predeterministik.
4.    Imbauan untuk melaksanakan pembaruan ini lewat kekuatan bersenjata (jihad) jika perlu.

C.  Pemurnian Tauhid Muhammad Abd Ibn al – Wahhab

Tauhid menurut Muhammad Ibn ‘Abd al-Wahhab dalam kitabnya Majmu al Tauhid, ialah ibadah atau pengabdian kepada Tuhan, karena setiap rasul yang di utus Tuhan memulai seruannya kepada manusia agar beribadah hanya kepada Allah SWT. Selanjutnya dia membagi tauhid dalam hubungan nya dengan ibadah menjadi 4 bagian , yakni:
a.    Tauhid Uluhiyah (tauhid kepada Allah SWT SEBAGAI YANG DISEMBAH)
b.    Tauhid Rububiyah (tauhid kepada Allah SWT sebagai pencipta segala sesuatu)
c.    Tauhid asma dan sifat (tauhid yang berhubungan dengan nama dan sifat Allah SWT)
d.    Tauhid al-af-al (tauhid yang berhubungan dengan perbuatan Allah SWT)

Tiga tauhid yang disebut terakhir hanya tauhid ilmu dan keyakinan saja. Adapun tauhid yang sesungguhnya ialah tauhid pertama yakni tauhid uluhiyah. Dan tauhid inilah yang dikehendaki oleh tuhan. Menurutnya kebanyakan manusia dimuka bumi hanya memiliki salah satu dari tiga bentuk tauhid , sedangkan tauhid uluhiyah ditolak oleh banyak orang.


D.  Muhammad Abd Ibn al – Wahhab dab Ijtihad

Gerakan ‘Abd al-Wahhab ini tidak mengembangkan itjihad, dan membentuk suatu sikap yang sedikitnya mengecilkan intelektualisme. Kecurigaan terhadap intelektualisme,  bukan hanya mencakup filsafat melainkan juga teologi spekulatif yang telah menjangkiti mahzab hambali. Menurut beliau islam adalah agama yang sempurna dan menjadi ‘way of life” manusia. Kepada para sahabat, imam-imam, para ahli hadist dan para ahli fikih pun telah meletakkan dasar agam sebagai acuan dan petunjuk secara lengkap.
Muhammad ibn ‘Abd al-Wahhab tidak disebut mujtahid, tapi beliau adalah mujtahid dalam versi lain. Pertama , karena beliau berusaha keras mereformasi kaum muslimin, menghidupkan kembali penggilan Allah SWT dan berusaha untuk memperbaiki islam dalam bentuk yang lebih baik. Ide mngecilkan arti itjihad ini ditujukan agar kaum muslimin kembali mempelajari AL Quran , sunnah, dan hasil pemikiran para ulama serta imam terdahulu. Kedua, Muhammad ibn ‘Abd al-Wahhabtidak membudayakan itjihaddikarenakan sejumlah mujtahid ( pada awalnya ahli tafsir), telah melakukan kesalahan yang serius, dampaknya menurut beliau banyak larangan agama yang dilanggar,solidaritas umat pun terganggu sehingga citra islam menjadi buruk.







DAFTAR PUSTAKA

Amal, Taufik Adnan. 1982. Metode dan Alternatif Neomodernisme Islam Fazlur Rahman (Bandung : Mizan)
Azra, Azyumardi dan Nasution, Harun (ed). 1985. Perkembangan Modern dalam Islam (Jakarta : Yayasan Obor Indonesia)
Donohue, John J. Dan Esposito , John L. 1984. Islam dan Pembaruan (Ensiklopedi Masalah-masalah) , terj.Drs, Machnun Husein, Cet 1 (Jakarta : CV. Rajawali)
Iqbal , Sheikh Muhammad .1988.Sheikh Muhammad Bin Abdul Wahhab. The Wonder of Modern Islam (Kashmir : Barzalla Bridge)
Madjid, Nurcholish.1994. Khazanah Intelektual Islam (Jakarta : Bulan Bintang)
Majid, Nurcholish.1994. Islam Kemodernan dan Keindonesiaan (Bandung: Mizan)
Mufrodi, Ali. 1997. Islam di kawasan Kebudayaan Arab  (Jakarta : Logos)
Nasution, Harun.1992. Pembaruan dalam Islam. Sejarah Pemikiran dan Gerakan (Jakarta : Bulan Bintang)
Rahman, Fazlur. 1984. Islam dan Modernitas tentang Transformasi Intelektual, terj . Ahsin Mohammad (Bandung : Pustaka)
Sjadzali, Munawir. 1993. Islam dan Tata Negara Ajaran Sejarah, dan Pemikiran (Jakarta : Penerbit Universitas Indonesia)

Tidak ada komentar: